Inovasi Pengelolaan Aset BMN Unit Kerja KKP Dapat Penghargaan dari Kemenkeu

 
SIARAN PERS
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
NOMOR : SP.527/SJ.5/XII/2025

JAKARTA, (20/12) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menorehkan prestasi dalam penguatan tata kelola aset negara yang produktif dan berdampak nyata. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), yakni Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) Sukamandi, berhasil meraih Juara Nasional II Grand Final KOIN MAS (Kompetisi Inovasi Manajemen Aset BMN) Tahun 2025.

Penghargaan ini diraih melalui inovasi bertema “Optimalisasi Aset BMN untuk Pengelolaan Perikanan Terpadu Berbasis Ekonomi Biru," yang berhasil mengungguli 34 satuan kerja UPT nasional dari berbagai kementerian dan lembaga. Capaian tersebut menegaskan bahwa aset negara tidak hanya dikelola secara administratif, tetapi juga mampu dioptimalkan sebagai penggerak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.

“Inovasi BRPI Sukamandi menunjukkan bahwa aset negara dapat menjadi instrumen strategis untuk mendukung ekonomi biru, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan perdesaan,” jelas Kepala BPPSDM KP I Nyoman Radiarta dalam siaran resmi di Jakarta, Sabtu (20/12).

Kompetisi KOIN MAS yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan menilai inovasi pengelolaan aset selama satu tahun melalui sejumlah parameter, antara lain proposal inovasi, tata kelola BMN, profil kolaborator, business plan, jejaring mitra, serta pemanfaatan media dan komunikasi publik. BRPI Sukamandi dinilai berhasil menghadirkan model optimalisasi aset yang terukur, realistis, dan berdampak luas.

Dalam proses penilaian, BRPI Sukamandi memperoleh skor tinggi karena mampu menghadirkan dampak ekonomi yang nyata. Parameter utama yang mengungkit penilaian meliputi keberhasilan menyerap SDM lokal terampil, meningkatkan pendapatan mitra kolaborasi, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset negara. Melalui skema kemitraan, para mitra memesan induk unggulan dan benih ikan berkualitas untuk dibesarkan, sehingga tercipta sinergi hulu–hilir yang mendorong peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekaligus penyerapan tenaga kerja.

Optimalisasi aset BMN juga menjadi poin unggulan dengan skor tertinggi. Pemanfaatan lahan eks riset dan percobaan yang sebelumnya berada di kisaran 68 persen, berhasil ditingkatkan menjadi 97 persen melalui pengelolaan terpadu berbasis ekonomi biru. Transformasi aset yang sebelumnya kurang optimal ini menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat efisiensi dan kinerja kelembagaan.

“Proses ini kami jalani hampir satu tahun, di tengah dinamika penyesuaian SOTK dan keterbatasan anggaran. Kami meyakini bahwa inovasi lahir dari ketekunan dan kolaborasi. Optimalisasi aset BMN ini kami rancang untuk memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat,” ujar Kepala BRPI Sukamandi Agus Cahyadi.

Melalui konsep pengelolaan perikanan terpadu, aset BMN diarahkan menjadi kawasan produktif yang mendorong budi daya perikanan berkelanjutan, menggerakkan ekonomi lokal, serta berpotensi berkembang sebagai ruang edukasi dan wisata perikanan. Inisiatif ini sejalan dengan isu strategis nasional terkait efisiensi belanja negara, pemanfaatan aset idle, dan penguatan ekonomi biru sebagai fondasi pembangunan kelautan dan perikanan masa depan.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengarahkan setiap unit kerja  untuk terus berinovasi, termasuk dalam memanfaatkan aset dan SDM guna mewujudkan pembangunan kelautan dan perikanan yang inklusif dan berkelanjutan.

 
HUMAS BPPSDM KP
Sumber:

KKP WEB

Posting Komentar

0 Komentar